Senin, 31 Oktober 2011

Fakta Menakjubkan Mengenai Adzan

Adzan merupakan seruan atau panggilan kepada maum muslimin untuk menunaikan salah satu rukun Islam yaitu menunaikan sholat, tapi tahukah Anda bahwa dibalik seruan Adzan itu ternyata mengandung hikmah yang luar biasa, antara lain:
 1 . Kalimat yang Mengandung Kekuatan Supranatural
Ketika azan berkumandang, yang menyerukan untuk menunaikan kewajiban shalat lima waktu, ternyata memiliki pengaruh terhadap alam bawah sadar manusia, simpul kesadaran psiko-religius dalam otak mendadak bergetar saling terhubung secara simultan dengan kesadaran seorang hamba Allah  kaum muslimin bersujud bersimpuh menghadap panggilan sang khalik.
2. Asal Muasal Adzan yang Menakjubkan
Pada masa perjuangan, Rasulullah Saw. ingin menyampaikan pesan kepada kaum muslimin ketika waktu sholat tiba. Maka banyaklah orang-orang mengusulkan cara panggilan shalat, ada yang mengusulkan untuk menyalakan api di atas bukit, meniup terompet, dan bahkan membunyikan lonceng. Tetapi semuanya dirasa kurang pas.
Abdullah bin Zaid kemudian bermimpi bertemu dengan seseorang yang memberitahunya untuk mengumandangkan adzan dengan menyerukan lafaz. Mimpi itu kemudian disampaikan Abdullah bin Zaid kepada Rasulullah Saw. Umar bin Khathab yang sedang berada di rumah mendengar suara itu. Ia langsung keluar sambil menarik jubahnya dan berkata: ”Demi Tuhan Yang mengutusmu dengan Hak, ya Rasulullah, aku benar-benar melihat seperti yang ia lihat (di dalam mimpi). Lalu Rasulullah bersabda: ”Segala puji bagimu.” yang kemudian Rasulullah menyetujuinya untuk menggunakan lafaz-lafaz adzan itu untuk menyerukan panggilan shalat.
3. Adzan Dikumandangkan Ketika Peristiwa Penting
Selain Adzan digunakan umat Islam untuk menyeru panggilan shalat lima waktu, adzan juga dikumandangkan pada saat-saat peristiwa penting. Ketika di medan perang, ketika memuji kebesaran Allah atas suatu kejadian, ketika lahirnya seorang bayi, dan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah muslimin seperti: Fathu Makah  yaitu pembebasan Mekkah  pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H, dimana Muhammad beserta 10.000 pasukan bergerak dari Madinah menuju Mekkah, dan kemudian menguasai Mekkah secara keseluruhan dengan damai tanpa peryumpahan darah dan menghancurkan berhala yang berada di dalam dan sekitar Ka’bah. Lalu Bilal mengumandangkan Adzan Diatas Ka’bah
Perebutan  Konstatinopel : Konstantinopel yang sebelumnya dikuasai oleh kaum byzantium akhirnya  jatuh ke tangan pasukan Ottoman sekaligus mengakhiri Kekaisaran Romawi Timur. lalu beberapa perajurit ottoman masuk kedalam  Sofia dan mengumandangkan adzan .
4. Adzan Miliyaran kali dikumandangkan
Sejak pertama dikumandangkan pada masa rasululah hingga saat ini sudah sekitar 1500 tahunan adzan berkumandang. Kalau dihitung-hitung jika dalam setahun saja 356 hari, berarti 1500 tahun X 356 hari= 534.000 dan kalikan kembali dengan jumlah umat islam yang terus bertambah tiap tahunnya. Dengan perkiraan kaum muslimin yang berjumlah 2 miliyar orang de dengan 2 juta muadzin saja. Hasilnya  adalah  534.000 x 2.000.000 = 1.068.000.000.000 x 5 = 5.340.000.000.000
5. Adzan  Berkumandang Tanpa Henti
Proses itu terus berlangsung dan bergerak dari  arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat  di Indonesia hanyalah satu jam. Satu jam setelah adzan selesai di dikumandangkan di wilayah Sulawesi, maka adzan menyusul bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar